Politics

Garap Mega Proyek Infrastruktur Ibu Kota Baru, Menteri Basuki Minta Bantuan Para Insinyur



loading…

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berharap peran dan kompetensi para insinyur dapat terus ditingkatkan, terlebih saat ini bakal dilakukan mega proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Foto/Dok

JAKARTA – Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono berharap peran dan kompetensi para insinyur dapat terus ditingkatkan terutama pada segi perencanaan dan pengawasan, terlebih saat ini bakal dilakukan mega proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Menurutnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, PII ( Persatuan Insinyur Indonesia ) turut terlibat dalam semua pembangunan infrastruktur tersebut.

“Untuk selanjutnya kita ingin meningkatkan kompetensi para insinyur untuk menjamin kualitas hasil pembangunan infrastruktur, terutama para perencana dan pengawas karena mereka memiliki peran yang kuat dalam menentukan kualitas pekerjaan,” ujar Menteri Basuki dalam keterangannya.

Baca Juga: Bangun Ibu Kota Baru, Ekonom hingga Pengembang Berikan Catatan

Pada kesempatan itu, Menteri Basuki juga mengharapkan dukungan dan kontribusi PII dalam pelaksanaan program-program pembangunan yang akan dilakukan oleh Kementerian PUPR ke depan, di antaranya dukungan infrastruktur untuk persiapan Presidensi Indonesia dalam KTT G20 Bali, penataan kawasan Mandalika, dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Kami mengapresiasi program Engineering 20 yang telah disiapkan PII untuk menyukseskan G20 di Bali. Selain itu, kami juga mengharapkan kontribusi PII dalam pembangunan IKN yang ditargetkan menjadi future city of Indonesia. Kita ingin pembangunan IKN ini dapat mencerminkan kecerdasan pembangunan infrastruktur Indonesia ke depan, sehingga pembangunan IKN ini harus dilakukan dengan kualitas yang terbaik menggunakan inovasi teknologi yang mutakhir,” sambung Menteri Basuki.

Baca Juga: Bangun Ibu Kota Baru di Kalimantan, Kementerian PUPR: Anggarannya Saja Belum Ada

Ketua Umum PII Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, PII mempunyai dua tugas utama yaitu mengembangkan kompetensi para anggota agar menciptakan para insinyur yang profesional serta memberikan kontribusi pemikiran atau ide yang bisa dikembangkan untuk mendukung pemerintah dalam memajukan bangsa dan negara.

“Kami berfokus pada bagaimana kami dapat meningkatkan kualitas pendidikan sarjana teknik dan akreditasi program sarjana teknik, meningkatkan para sarjana teknik menjadi insinyur, mendukung upaya peningkatan kuantitas dan kualitas profesi insinyur melalui sertifikasi, mendukung registrasi para insinyur dalam rangka melaksanakan praktek keinsinyuran, serta secara internasional mengembangkan mutual recognition insinyur Indonesia,” pungkasnya.

(akr)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.