Politics

9 Efek Samping yang Bisa Terjadi Jika Terlalu Banyak Minum Teh


Suara.com – Seperti kopi, teh seolah jadi minuman wajib bagi sebagian orang. Inggris bahkan memiliki budaya minum teh setiap sore, terutama bagi keluarga bangsawan.

Berbagai penelitian ilmiah juga membuktikan bagaimana senyawa tanaman dalam teh dapat berperan dalam mengurangi risiko kondisi kronis, seperti kanker, obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Namun bila dikonsumsi terlalu banyak, teh juga bisa menimbulkan efek samping bagi tubuh. Dikatakan minum teh lebih dari 3 atau 4 cangkir sehari, atau setara 710-950 ml, dapat menimbulkan beberapa efek samping negatif.

Dikutip dari Healthline, berikut 9 kemungkinan efek samping akibat minum teh terlalu banyak.

Baca Juga:
6 Tips Menjalankan Bisnis Coffee Shop atau Warung Kopi Kekinian

Ilustrasi teh. (Unsplash/Joanna Kosinska)
Ilustrasi teh. (Unsplash/Joanna Kosinska)

1. Mengurangi Penyerapan Zat Besi
Teh kaya akan sumber senyawa tanin yang dapat mengikat zat besi dalam makanan tertentu. Akibatnya, jika senyawa tanin terlalu banyak, maka zat besi tidak tersedia untuk diserap di saluran pencernaan.

Penelitian menunjukkan bahwa senyawa tanin dalam teh lebih mungkin menghambat penyerapan zat besi dari sumber nabati daripada dari makanan hewani.

Jumlah tanin yang ada dalam teh sangat bervariasi tergantung pada jenis dan cara penyajiannya. Karena itu, membatasi konsumsi hingga 3 cangkir (710 ml) per hari jadi batas aman.

2. Meningkatnya Kecemasan, Stres, dan Kegelisahan
Daun teh secara alami mengandung kafein. Terlalu banyak mengonsumsi kafein dari teh, atau sumber lainnya, dapat menyebabkan perasaan cemas, stres, dan gelisah.

Secangkir teh rata-rata (240 ml) mengandung sekitar 11-61 mg kafein, tergantung dari jenis dan metode pembuatannya.

Baca Juga:
Kawanan Gajah Liar Rusak Rumah Warga di Aceh

Teh hitam cenderung mengandung lebih banyak kafein daripada jenis teh hijau dan putih. Selain itu, semakin lama teh diseduh akan semakin tinggi kandungan kafeinnya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa dosis kafein di bawah 200 mg per hari tidak mungkin menyebabkan kecemasan yang signifikan pada kebanyakan orang. Namun, beberapa orang lebih sensitif terhadap efek kafein.

3. Kurang Tidur
Karena teh secara alami mengandung kafein, asupan yang berlebihan dapat mengganggu siklus tidur juga. Melatonin merupakan hormon yang memberi sinyal pada otak bahwa sudah waktunya untuk tidur.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat menghambat produksi melatonin, yang mengakibatkan kualitas tidur jadi buruk.

4. Mual
Senyawa tertentu dalam teh dapat menyebabkan mual, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau saat perut kosong.

Tanin dalam daun teh akan menimbulkan rasa pahit dan kering pada teh. Sifat astringen tanin juga dapat mengiritasi jaringan pencernaan. Sehingga berpotensi menyebabkan gejala tidak nyaman, seperti mual atau sakit perut.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.